Wednesday, 22 June 2016

Let's learn Pemrograman together!



Program dan Pemrograman

Ohayo, Arigato for to all readers. I hope you fine and you can do to activity such as generally. Aamiin. So, let’s study together. Yeeiy, Cekidot…


Algoritma baru efektif jika dijalankan oleh sebuah pemroses (processor). Pemroses itu bisa manusia, komputer, robot, mesin, dan sebagainya. Pemroses membaca setiap instruksi di dalam algoritma lalu mengerjakannya. Menurut [GOL88], suatu pemroses harus:
1.    Mengerti setiap langkah dalam algoritma
2.    Mengerjakan operasi yang bersesuaian dengan langkah tersebut.

Kita memfokuskan pemroses algoritma adalah komputer. Komputer adalah alat bantu untuk menjalankan perintah-perintah di dalam algoritma yang telah “dimasukkan” ke dalamnya. Agar komputer mengerti perintah yang dimaksudkan, maka perintah tersebut harus ditulis dalam bahasa yang dipahami olehnya. Oleh karena itu, algoritma harus ditulis dalam bahasa khusus, yaitu bahasa komputer. Algoritma yang ditulis dalam bahasa komputer dinamakan program. Bahasa komputer yang digunakan dalam menulis program dinamakan bahasa pemrograman. Orang yang membuat program komputer disebut pemrogram, dan kegiatan merancang dan menulis program disebut pemrograman. Di dalam pemrograman ada aktivitas menulis kode program, kegiatan ini dinamakan coding.

Salah satu dari sekian banyak bahasa pemrograman, yang akan kita bahas pada perjumpaan kali ini adalah bahasa Pascal. Program di bawah ini adalah salah satu contoh sebuah kode program dalam bahasa Pascal. Program tersebut melakukan pengurutan sekumpulan nilai ujian mahasiswa. Data nilai ujian mahasiswa dibaca dari papan ketik (keyboard), lalu diurutkan dari kecil ke besar, dan akhirnya hasil pengurutan ditampilkan di layar peraga (monitor). Untuk sementara, Anda tidak perlu memikirkan bagaimana membuat program ini, karena materi seperti inilah yang akan kita bahas pada kali ini. Jadi, sabarlah dulu. Patient! FIGHTING!

program PENGURUTAN;
{Program untuk mengurutkan nilai ujian sejumlah mahasiswa}
const
Nmaks=1000;    {jumlah maksimum data}
var
     Nilai :array[1..Nmaks] of integer; {tempat menyimpan data}
     J,k,temp, N, Imaks : integer;
begin
     {baca data nilai ujian N orang mahasiswa}
     read(N);
     for j:=1 to N do
          readln (Nilai[j]);
     {endfor}

     {urutkan data dengan langkah-langkah berikut:}
     for j:=1 to N-1 do  {ulangi sebanyak N-1 kali}
          begin
          {cari nilai terbesar}
          Imaks:=j;
          for k:=j+1 to N do
               If Nilai[k] > Nilai[j] then
                    Imaks:=k;
               {endif}
          {endfor}

          {tempatkan nilai terbesar pada posisi yang tepat}
          temp:=Nilai[j];
          Nilai[j]:=Nilai[Imaks];
          Nilai[Imaks]:=temp;
     end; {for}

     {tuliskan nilai yang sudah terurut!}
     for j:=1 to N do
          Writeln(Nilai[j]);
     {endfor}
end.

Secara garis besar komputer tersusun atas empat komponen utama: piranti masukan, piranti keluaran, unit pemroses utama, dan memori.

1)  Unit pemroses utama (Central Processing Unit – CPU) adalah “otak” komputer, yang berfungsi mengerjakan operasi-operasi dasar seperti operasi perbandingan, operasi perhitungan, operasi membaca, dan operasi menulis.
2)  Memori adalah komponen yang berfungsi menyimpan atau mengingat-ingat. Yang disimpan di dalam memori adalah program (berisi operasi-operasi yang akan dikerjakan oleh CPU) dan data atau informasi (sesuatu yang diolah oleh operasi-operasi).

Piranti masukan dan keluaran (I/O devices) adalah alat yang memasukkan data atau program ke dalam memori, dan alat yang digunakan komputer untuk mengomunikasikan hasil-hasil aktivitasnya.
3)  Contoh piranti masukan antara lain papan ketik (keyboard), pemindai (scanner), tetikus (mouse), joystick, dan cakram (disk).
4)  Contoh piranti keluaran adalah layar peraga (monitor), pencetak (printer), perajah (plotter), dan cakram.

Mekanisme kerja keempat komponen diatas dapat dijelaskan sebagai berikut. Mula-mula program dimasukkan ke dalam memori komputer. Ketika program dieksekusi (execute), setiap perintah di dalam program yang telah tersimpan di dalam memori dikirim ke CPU. CPU mengerjakan operasi-operasi yang bersesuaian dengan perintah tersebut. Bila suatu perintah di dalam program meminta data masukan, maka data dibaca dari piranti masukan, lalu dikirim ke CPU untuk operasi yang memerlukannya. Bila program menghasilkan keluaran, maka keluaran tersebut ditulis ke piranti keluaran (misalkan dengan mencetaknya ke layar peraga).
Sumber: Buku ALGORITMA&PEMROGRAMAN DALAM BAHASA PASCAL dan C Edisi Revisi.

That’s all for now. I’m sorry for some mistake that I made in my writer. Thank you so much. Gomawo! And God job for all readers. By Miyah.
Salam Inspirasi

Sunday, 22 May 2016

bulan sya'ban



Arti Bulan Sya’ban

Hai sobat semuanya… Kini saya akan mengshare ilmu yang saya dapatkan to All. Semoga dapat bermanfaat bagi kesemuanya.

 
Bulan Sya’ban adalah bulan dibukanya pintu langit yang isinya 300 macam Rahmat. Dalam istilah orang Jawa Bulan Sya’ban adalah bulan ditutupnya buku catatan kita selama setahun dan diganti dengan yang baru lagi. Maka, bagi yang memohon pertolongannya kelak di akherat, maka salah satu caranya adalah memohon dan meminta di waktu Sya’ban ini. Di dalam Sya’ban ini para ulama memerintahkan agar kita selalu berdzikir dan membaca surat Yaasiin sebanyak 3 kali, dengan tujuan:


1.   Minta Umur yang panjang untuk beribadah kepada Allah SWT
2.   Minta rezeki yang banyak dan halal
3.   Iman yang kuat sampai akherat

Ada sebuah kisah tentang bulan Sya’ban ini kepada Nabi Muhammad SAW. Ketika itu Nabi sedang tidur kemudian datang Malaikat Jibril menyuruh Nabi agar bangun untuk melaksanakan sholat dan berdo’a kepada Allah SWT. Nabi bertanya kembali kepada Malaikat Jibril “Kenapa saya dibangunkan  dan disuruh sholat dan juga berdo’a kepada Allah SWT? Bulan apa ini?” Malaikat lalu menjelaskan bahwa sekarang adalah Bulan Sya’ban yaitu bulan dibukanya pintu langit yang berisi 300 macam Rahmat Allah SWT. Subahanallah, Nabi Muhammad langsung bangun dan melaksanakan sholat dan juga berdo’a.

Tetapi, ada tapinya ya… Di bulan Sya’ban Allah SWT benar membuka pintu Rahmat dan mengampuni dosa-dosa umat Nabi Muhammad, tetapi ada perkecualian. Perkecualian itu adalah orang yang menyembah Allah (bukan musyrik) namun melanggar perintah Allah SWT. Diantaranya tukang sihir, tukang peramal/sulap, Judi, MiRas (Minuman KerRas), Pecandu Narkotika, Zina, dll.

Mangkanya sobat,,, Hati-hatilah engkau dalam bertindak dan berperilaku. Maka contohlah Nabi Besar kita Nabi Muhammad SAW. Supaya tidak terjerumus dalam hal-hal yang tak kita inginkan. Cukup sekian sobat yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf jika ada kesalahan. Terima kasih.

Thursday, 21 April 2016

Narative Text



Hello sobat… How are you, readers? Oke, dalam kesempatan kali ini, saya akan berbagi ilmu nih sobat tentang Issumboshi.
Sobat tau tidak? Issumboshi ini adalah  cerita rakyat yang berasal dari Jepang. Menurutku, ceritanya ini sekilas hampir mirip dengan cerita dari Indonesia tentang Legenda Gunung Bromo. Bisa juga disebut dengan cerita Narative.
Cerita Narative itu sepengetahuanku adalah sebuah cerita yang terjadi di masa lampau atau cerita zaman dahulu yang tujuannya hanya untuk menghibur pembaca. Contohnya seperti legenda, mite, fable, dll. Kali ini saya akan berbagi cerita tentang Issumboshi yang tentunya dalam edisi Limited Edition yaitu berbahasa Inggrish. Langsung saja tanpa panjang lebar,,, Cekidot… Cekidot… Cekidot…

ISSUMBOSH I
by miyah.

One upon a time there was an old couple who didn’t have a child. They lived in a small house near the village forest. “Please give us a child,” they asked God every day.
One day, from the household Shinto altar, they heard a cute cry, “Waa! Waa!”
They looked and saw a crying baby who looked just like a little finger. “This child must be a gift from God!”
We will call this child ‘Issumboshi’,” they said .
They raised Issumboshi with much care, but Issumboshi never grew bigger.
“Hey, Issumboshi  do you want to be eaten by a frog?”. Issumboshi was always being bullied by the children of the village and often went home feeling unhappy.
Grandmother would make some big rice balls and encourage him. “Eat a lot, and grow up quickly,” Grandmother said.
One day, Issumboshi said, “I will go to the capital to study and become a respectable person. Then I will come back.” Grandfather and Grandmother were worried about him, but Issumboshi’s mind would not be changed. At once they began to prepare for his trip.
Issumboshi sheathed a needle sword in a straw case, put on a cup for a sedge hat, and started out with a chopstick staff, in high spirits.
“I’m going now,” Issumboshi said.
“Is he safe? With such a small b ody?” Grandfather and Grandmother asked as they saw him off.
Issumboshi went on the trip with a big wish in a small body.
… … …

At last Issumboshi reached the capital city and anchored under the bridge. Then he climbed up to the railing and viewed the town.
“There is a fine palace over there. I shall ask them at once.”
At long last Issumboshi arrived at the palace.
“Excuse me, but I want to meet the feudal lord.”
The lord came to the door, “What? Who’s there?”
“Here I am, at your feet.”
“Oh. How small! Why do you want to meet me?”
“Please let me be your retainer.”
“I wonder if your very small body can do anything.”
“I’ll stay in your pocket and guard you from all harm.” When Issumboshi said so, a bee came buzzing by. “Yaaa!” Issumboshi yelled, stabbing the bee.
“Bravo! I employ you. It would be good if you became the Princess’s man.”
“Oh! What a cute fellow he is!” said the Princess, putting Issumboshi on her palm.
“I will defend you upon my life,” said Issumboshi.
The Princess liked Issumboshi, and she taught him reading, writing, and various studies. Further, Issumboshi practiced fencing very hard in order to be strong.
One day the Princess went out to worship at the Kiyomizu Temple. Suddenly there was a strong wind, and some demons appeared. The leader of the demons tried to grab the Princess. “Help me!” she screamed. Issumboshi tried to help her, but the demon caught him and threw him into his mount. Issumboshi, who was swallowed, jabbed and jabbed the demon’s stomach. The demon rolled over and spat out Issumboshi.
Issumboshi jumped at the demon and stabbed his eyes. The remaining demon were frightened. They ran away in great haste, but one demon, who was left behind, trembled while holding the magic hammer.
“Do you want me to stab your eyes, too?” Issumboshi  asked.
“Please, don’t. This is the magic hammer that will grant you a wish. I give it to you, so please spare me.” And  saying this, he ran off in a hurry.
“Thank you, Issumboshi. You have saved my life,” the Princess said.
“Princess, please wave this magic hammer and make a wish that I may become big,” said Issumboshi. The Princess waved it and asked, “May Issumboshi become big!”
… … …

And then, strangely, before her eyes, Issumboshi began to grow. He grew into a nice young man. They went back to the palace, and the Princess asked the King to let her marry Issumboshi.
The Princess and Issumboshi then got married, and they invited Grandfather and Grandmother to live with them in the palace. They lived happily ever after.

(Adapted from Japanese Fairy Tales, 1987)

Cukup sekian sobat untuk pembahasan kali ini. Semoga dapat bermanfaat. Terima kasih banyak atas kunjungannya dan jangan lupa kritik, saran, dan komentarnya untuk memperbaiki segala kekurangan dari blog ini. Mohon maaf jika ada kesalahan ketik ataupun kata-kata yang kurang berkenan di hati Sobat. Terima kasih Sobat. Nice to meet you….